Serigala berbulu domba
No Comments Written by
ronggo on
April 11, 2009 – 2:07 pm
Bunda Pertiwi, apakah kau melihat
Hatiku sekarang sangat sedih
Melihat sebuah tipu muslihat
Menebarkan pedih berawal benih
Sebuah tipu yang berlandaskan pada kesolehan
Sebuah tipu yang bernafaskan kebijaksanaan
Sebuah tipu yang memamerkan kepandaian
Yang kemudian menghasilkan sebuah kebodohan
Mengatas-namakan sebuah nama
Yang terbesar di semesta
Mengatas-namakan sebuah keyakinan
Untuk sebuah kepentingan
Mengatas-namakan sesuatu untuk dirinya
Bila benar lantas dihormati
Bila salah maka menunjuk selain dirinya
Sangkuni di era moderenisasi
Berapa keluarga yang sudah hancur
oleh ulah kalian yang menyebut dirinya suci
Berapa masa depan yang telah lebur
oleh ulah kalian yang mengaku sebagai ahli
Kalian bukan menanam benih amal dan budi
tapi benih kesedihan dan pedihan
kalian bukan menuai kenikmatan sejati
tapi kelak akan menikmati karma yang pedih
Kalian berwujud manusia
baik sudah tercetak mati atau masih hidup
berani mengatas-namakan Yang Kuasa
berani mengatas-namakan utusan-Nya
Sebuah puisi yang tidak akan berguna
Karena mata mereka sudah gelap
dengan fanatisme dan kepentingan pribadi
Serigala berbulu domba
Bunda Pertiwi maafkan aku
terlena dengan sebuah amarah
Yang tidak akan membawa perubahan
hanya kesedihan yang berkepanjangan
Namun nafasku dan karyaku
pengetahuanku dan kegilaanku
Akan dapat dimengerti
bagi yang mau mengerti
Ronggo Wisnu Prihadi S



